Alhamdulillah, kini tiba lagi ramadan yang kita nantikan....kenapa??? sebab di bulan inilah Allah akan mengampunkan seberapa banyak dosa yg kita dah lakukan...
Berbalik kpd entry saya yg tertera di atas...yang bermaksud imam solat zohor...kenapa?? kau kenal kenal ke imam tu...ke kau dh syok kat dia ni...hmmm nak dikatakan pasal kenal tu..sudah pastilah aku sangat mengenalinya...
Kerana apa??? Ya, kerana imam itu adalah saya sendiri..
Di sekolah, muslimin akan solat di dewan ibnu kathir...manakala muslimat solat di musolla al- Hidayah....
Takut jugalah rasanya...pernah tu memang pernah tapi masa dulu tu jadi imam bagi jemaah yang sedikit sahaja...Penuh satu musolla tu..saya kena pimpin solat...
Lepas solat diharuskan memberi satu tazkirah pendek...Alhamdulillah, Allah tolong saya masa tu...ada seorang cikgu yang memberi sedikit teguran khas buat muslimat...Akhirnya ustazah itu berkata tak apalah, ucapan saya ni pun dah cukup untuk tazkirah..Kadang-kadang aku terfikir juga..entah-entah Allah tak nak saya bagi tazkirah..sebab??? Tak apa yang itu biar saya yang fikirkan...
Semua yang ada di langit dan di bumi ini, semuanya milik ALLAH SWT. Marilah kita semua bersyukur kepadaNYA
Jumaat, 12 Ogos 2011
Khamis, 2 Jun 2011
CINTAILAH IMAN....
Pernahkan kalian terfikir dan berasa jauh daripada ALLAH SWT. Saya sering terfikir macam tu...kenapa ya??
Mmm...mungkin kerana iman saya belum cukup kuat lagi..kalau kalian punya masalah seperti saya..saya sarankan seperti ini...
1. Kata terakhir dan kata pertama.
Pastikan bahwa ‘Allah’ adalah kata terakhir yang terucap sebelum Anda terlelap, begitu juga kata yang pertama terucap saat Anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong Anda untuk mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin mengingat Dia.
2. Bangun malam hari.
Hal pertama berwudhulah, dan shalatlah dimalam hari sendirian. ‘Umar ibn Kahattab (semoga Allah meridhainya) selalu minta disediakan secawan air di sebelah tempatnya tidur. Begitu terbangun, tangannya dibasahinya dan diusapkannya ke wajahnya, untuk langsung bangkit berwudhu dan shalat.
3. Bukalah Al-Qur’an di tengah malam.
Bacalah pelan-pelan di malah hari sendirian, baca terjemahannya, resapi maknanya karena itu disampaikan Allah khusus untuk Anda.
4. Bangunkan orang lain.
Sebelum subuh bangunkan anggota keluarga Anda yang lain dengan lemah lembut untuk melakukan hal yang sama dengan anda.
5. Shalat subuh berjama’ah.
Bagi laki-laki shalat subuh di masjid hampir-hampir wajib. Sampai Rasulullah berkata, untuk orang munafiq, shalat berjama’ah di masjid yang paling berat adalah ‘isya dan subuh. Ada saja alasan untuk menghindarinya. Bagi perempuan, shalat berjamaah di rumah pun baik.
6. Bacakan ayat dan hadits.
Pilihkan satu ayat Al-Qur’an dan satu hadits Rasulullah kepada orang-orang di rumah Anda sebagai hadiah pertama di pagi hari. Jadikan ayat dan hadits itu bahan obrolan pertama Anda sebelum berbincang tentang hal lain.
7. Baca sirah nabi.
Usahakan membaca satu atau dua halaman sirah Rasulullah di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshiddiqan kita kepada Muhammad Nabiyullah yang namanya kita sebut dalam syahadat keIslaman kita.
8. Sebelum keluar rumah.
Jangan lewati pintu rumah untuk berangkat bekerja atau menuntut ilmu urusan lainnya, sebelum tawakkal kita hanya kepada Allah dalam segala urusan. Ucapkan Bismillahittawakkaltu ‘ala Allahi Laa Hawla wa laa quwwata illaa billahi.. Dengan nama Allah aku bertawakkal (menggantungkan semua urusanku) hanya kepada Allah, tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.
9. Mendengar Al-Qur’an.
Usahakan tetap mendengar lantunan bacaan Al-Quran kemanapun Anda pergi hari ini, baik dari alat elektronik yang bisa Anda setel, atau dari senandung Anda sendiri dari hafalan maupun bacaan Anda.
10. 24 jam doa.
Ucapkanlah berbagai macam doa sehari-hari (mulai dari masuk kamar kecil sampai doa berkendaraan) yang diajarkan Rasulullah, dengan niat dan tujuan menambah rasa ketergantungan kita hanya kepada Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan, semakin independen kita dari pengaruh manusia lain, siapaun dia, setinggi apapun jabatannya terhadap kita, sebanyak apapun hartanya dibandingkan dengan diri kita. Begitu Allah melihat bukti bahwa kita hanya bergantung kepada-Nya, PASTI Dia akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia lain, dan memudahkan semua urusan kita.
11. Kegiatan utamaku shalat
Aturlah agenda harian Anda berdasarkan rotasi 5 waktu shalat. Rancanglah semua agenda kerja dan kegiatan sedemikian rupa, yang membuat Anda sudah berada di tempat menunaikan shalat dalam keadaan berwudhu minimal 15 menit sebelum adzan berkumandang. Rasakan berkah demi berkah akan dilimpahkan kepada Anda.
12. Wudhu sempurna.
Peliharalah wudhu Anda selama mungkin. Berwudhulah dengan sempurna. Perhatikanlah air yang mentes dari kulit wajah dan bagian-bagian tubuh Anda, saksikan dosa-dosa Anda bercucuran bersama air itu.
13. Shalat terakhir.
Laksanakan shalat seakan-akan itu shalat Anda yang terakhir. Hadapkan tubuh Anda lurus-lurus ke arah Ka’bah Baitullah. Tundukkan jiwa Anda di hadapan Allah Pencipta dan Pemelihara Hidup Anda. Ejalah satu demi satu bacaan shalat dengan kerendahan hati dan kehinaan diri di hadapan Allah.
14. Berpuasa.
Lakukan puasa sunnah sebanyak mungkin, karena orang yang berpuasa doanya langsung dikabulkan Allah. Sedangkan doa adalah senjata utama Mu’min.
15. Berinfaq dan bershadaqah.
Apapun bentuk harta yang Anda miliki, itu sepenuhnya hak Allah. Gunakan harta itu sesuai kehendak pemiliknya yang sejati. Perbanyak shadaqah dan berinfaq untuk menunjukkan kepada Allah, bahwa harta yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran kita, “bahwa ini semua milik Engkau ya Allah.”
16. Bersahabat.
Bergaul dan bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin dengan sesama orang yang meiliki iman. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan amal shalih sebagai kriteria kita memilih atau tidak memilihnya menjadi teman apalagi sahabat karib. Bila bergaul dengan orang yang masih lemah iman, atau bahkan kafir, pasanglah niat yang kuat, bahwa Anda bergaul dengannya dengan tujuan membagi kelezatan iman yang sudah kita rasakan. Kalau ditawari yang lezat-lezat dia menolak, ya tak usah buang-buang waktu menjadi temannya. Karena kata Nabi, di akhirat kita akan hidup bersama dengan teman kita sesama hidup. Wallahu a’lam bishshawwab.
Kita sebagai seorang ISLAM...haruslah bersyukur dengan nikmat iman dan islam yang masih wujud di lubuk hati kita ini...
Harapnya kalian bisa menjaga iman kalian hingga hujung hayat kalian...Kalian mestilah selalu jaga iman, rawat iman sekiranya sakit...Apa maksud saya sarankan kalian menjaga iman?? Kerana tanpa iman...kita tak akan bisa menjaga akal, jasmani dan rohani...
Masalahnya...sekarang ni..susah nak cakap...sepatutnya kalian yang berada di luar sana harusnya bersyukur kerana kalian hidup dan lahir sebagai ISLAM ....
Mmm...mungkin kerana iman saya belum cukup kuat lagi..kalau kalian punya masalah seperti saya..saya sarankan seperti ini...
1. Kata terakhir dan kata pertama.
Pastikan bahwa ‘Allah’ adalah kata terakhir yang terucap sebelum Anda terlelap, begitu juga kata yang pertama terucap saat Anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong Anda untuk mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin mengingat Dia.
2. Bangun malam hari.
Hal pertama berwudhulah, dan shalatlah dimalam hari sendirian. ‘Umar ibn Kahattab (semoga Allah meridhainya) selalu minta disediakan secawan air di sebelah tempatnya tidur. Begitu terbangun, tangannya dibasahinya dan diusapkannya ke wajahnya, untuk langsung bangkit berwudhu dan shalat.
3. Bukalah Al-Qur’an di tengah malam.
Bacalah pelan-pelan di malah hari sendirian, baca terjemahannya, resapi maknanya karena itu disampaikan Allah khusus untuk Anda.
4. Bangunkan orang lain.
Sebelum subuh bangunkan anggota keluarga Anda yang lain dengan lemah lembut untuk melakukan hal yang sama dengan anda.
5. Shalat subuh berjama’ah.
Bagi laki-laki shalat subuh di masjid hampir-hampir wajib. Sampai Rasulullah berkata, untuk orang munafiq, shalat berjama’ah di masjid yang paling berat adalah ‘isya dan subuh. Ada saja alasan untuk menghindarinya. Bagi perempuan, shalat berjamaah di rumah pun baik.
6. Bacakan ayat dan hadits.
Pilihkan satu ayat Al-Qur’an dan satu hadits Rasulullah kepada orang-orang di rumah Anda sebagai hadiah pertama di pagi hari. Jadikan ayat dan hadits itu bahan obrolan pertama Anda sebelum berbincang tentang hal lain.
7. Baca sirah nabi.
Usahakan membaca satu atau dua halaman sirah Rasulullah di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshiddiqan kita kepada Muhammad Nabiyullah yang namanya kita sebut dalam syahadat keIslaman kita.
8. Sebelum keluar rumah.
Jangan lewati pintu rumah untuk berangkat bekerja atau menuntut ilmu urusan lainnya, sebelum tawakkal kita hanya kepada Allah dalam segala urusan. Ucapkan Bismillahittawakkaltu ‘ala Allahi Laa Hawla wa laa quwwata illaa billahi.. Dengan nama Allah aku bertawakkal (menggantungkan semua urusanku) hanya kepada Allah, tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.
9. Mendengar Al-Qur’an.
Usahakan tetap mendengar lantunan bacaan Al-Quran kemanapun Anda pergi hari ini, baik dari alat elektronik yang bisa Anda setel, atau dari senandung Anda sendiri dari hafalan maupun bacaan Anda.
10. 24 jam doa.
Ucapkanlah berbagai macam doa sehari-hari (mulai dari masuk kamar kecil sampai doa berkendaraan) yang diajarkan Rasulullah, dengan niat dan tujuan menambah rasa ketergantungan kita hanya kepada Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan, semakin independen kita dari pengaruh manusia lain, siapaun dia, setinggi apapun jabatannya terhadap kita, sebanyak apapun hartanya dibandingkan dengan diri kita. Begitu Allah melihat bukti bahwa kita hanya bergantung kepada-Nya, PASTI Dia akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia lain, dan memudahkan semua urusan kita.
11. Kegiatan utamaku shalat
Aturlah agenda harian Anda berdasarkan rotasi 5 waktu shalat. Rancanglah semua agenda kerja dan kegiatan sedemikian rupa, yang membuat Anda sudah berada di tempat menunaikan shalat dalam keadaan berwudhu minimal 15 menit sebelum adzan berkumandang. Rasakan berkah demi berkah akan dilimpahkan kepada Anda.
12. Wudhu sempurna.
Peliharalah wudhu Anda selama mungkin. Berwudhulah dengan sempurna. Perhatikanlah air yang mentes dari kulit wajah dan bagian-bagian tubuh Anda, saksikan dosa-dosa Anda bercucuran bersama air itu.
13. Shalat terakhir.
Laksanakan shalat seakan-akan itu shalat Anda yang terakhir. Hadapkan tubuh Anda lurus-lurus ke arah Ka’bah Baitullah. Tundukkan jiwa Anda di hadapan Allah Pencipta dan Pemelihara Hidup Anda. Ejalah satu demi satu bacaan shalat dengan kerendahan hati dan kehinaan diri di hadapan Allah.
14. Berpuasa.
Lakukan puasa sunnah sebanyak mungkin, karena orang yang berpuasa doanya langsung dikabulkan Allah. Sedangkan doa adalah senjata utama Mu’min.
15. Berinfaq dan bershadaqah.
Apapun bentuk harta yang Anda miliki, itu sepenuhnya hak Allah. Gunakan harta itu sesuai kehendak pemiliknya yang sejati. Perbanyak shadaqah dan berinfaq untuk menunjukkan kepada Allah, bahwa harta yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran kita, “bahwa ini semua milik Engkau ya Allah.”
16. Bersahabat.
Bergaul dan bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin dengan sesama orang yang meiliki iman. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan amal shalih sebagai kriteria kita memilih atau tidak memilihnya menjadi teman apalagi sahabat karib. Bila bergaul dengan orang yang masih lemah iman, atau bahkan kafir, pasanglah niat yang kuat, bahwa Anda bergaul dengannya dengan tujuan membagi kelezatan iman yang sudah kita rasakan. Kalau ditawari yang lezat-lezat dia menolak, ya tak usah buang-buang waktu menjadi temannya. Karena kata Nabi, di akhirat kita akan hidup bersama dengan teman kita sesama hidup. Wallahu a’lam bishshawwab.
Kita sebagai seorang ISLAM...haruslah bersyukur dengan nikmat iman dan islam yang masih wujud di lubuk hati kita ini...
Harapnya kalian bisa menjaga iman kalian hingga hujung hayat kalian...Kalian mestilah selalu jaga iman, rawat iman sekiranya sakit...Apa maksud saya sarankan kalian menjaga iman?? Kerana tanpa iman...kita tak akan bisa menjaga akal, jasmani dan rohani...
Masalahnya...sekarang ni..susah nak cakap...sepatutnya kalian yang berada di luar sana harusnya bersyukur kerana kalian hidup dan lahir sebagai ISLAM ....
Sabtu, 30 April 2011
CINTA SUCI KE???
WOW!! cinta suci???
Apa yang sucinya tentang cinta ini...
Lebih Baik Saya Daripada Mereka?
Senario Dalam Komuter :
Manusia bersesak-sesak mahu ke destinasi masing-masing. Sepasang kekasih, Teruna dan Dara masuk ke koc campuran bersama-sama.
"Kalau tak berteman takut nanti terlupa atau tertinggal stesen," kata Si Teruna.
Si Dara terus sahaja bersetuju. Sanggup bersesak-sesak asalkan dapat keluar dari tren bersama-sama. Sambil itu boleh juga berbual-bual, tidaklah bosan di dalam tren nanti. Klang ke Midvalley bukan dekat. Hampir sejam juga perjalanan. Itupun kalau tidak tersangkut-sangkut. Begitulah fikir Si Dara mengiakan logik cadangan Si Teruna.
Di dalam tren, sesaknya tidak terkata. Pasangan kekasih tadi terkepung. Ruang hendak berganjak tiada. Tambah parah koc yang mereka naiki tiada wanita lain. Hanya Si Dara itu seorang dan yang seorang itulah terpaksa bersesak dengan semua lelaki yang lain.
Maka Si Teruna dengan penuh rasa kasih sayang, 'caring', lagi 'protective' menarik Si Dara supaya lebih dekat dengannya.
"Awak peganglah baju saya. Tak adalah terlanggar orang lain. Tak pun awak sandar je kat sini." cadang Si Teruna sambil menunjuk ke arah dadanya.
Si Dara yang sememangnya daripada tadi rimas dikelilingi lelaki-lelaki asing mengangguk tanda setuju. Perlahan-lahan dia meletakkan kepalanya. Terasa selamat, rasa dilindungi. Makin yakinlah Si Dara bahawa Si Teruna memang benar-benar menyayanginya. Makin mekar jugalah rasa kasih Si Dara kepada Si Teruna dan makin bangga jugalah Si Teruna kerana dapat melindungi Si Dara yang dicintainya.
Tren semakin lama semakin sesak. Makin terdesak jugalah Si Teruna dan Dara berpegangan. Si Dara tidak sanggup dirinya bersentuhan dengan lelaki lain. Maka makin kuatlah pegangannya ke pinggang Si Teruna. Si Teruna pula tidak sekali-kali membenarkan jantan lain menyentuh kekasihnya. Haram! Makin rapat jugalah ditariknya Si Dara.
" Lebih baik dia sentuh aku daripada mereka." bisik hati Si Teruna.
***
Persoalan saya, betulkah lebih baik begitu?
Inilah persoalan yang saya ajukan kepada Si Teruna dan Dara. Mereka mengaku tahu hukum bersentuhan antara bukan mahram.
"Bergomolan dengan khinzir itu adalah lebih baik berbanding bersentuhan dengan (secara sengaja) dengan wanita yang bukan mahram." ( Riwayat Ibnu Majah )
"Tapi memang dah tak ada pilihan lain. Takkan nak dibiarkan Si Dara berlanggaran dengan semua lelaki lain?"
"Gua tak sanggup, bro! Itu awek gua, bro!" Bentak Si Teruna.
"Tapi dia seorang je lelaki yang saya kenal kat situ! Saya tak sanggup berlaga-laga dengan lelaki lain. Silap-silap kena raba. Sekurang-kurangnya Si Teruna sayang saya!" Bidas Si Dara pula.
Ya! Kenapa tak dibiarkan sahaja? Lebih baik dibiarkan Si Dara berlanggar dengan lelaki lain tanpa sengaja dari berpegangan dengan Si Teruna dengan sengaja!
"Yang tidak disengajakan itu mungkin boleh diampunkan Allah, tetapi adakah yang sengaja itu boleh diterima?"
"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya."(Riwayat at-Tabrani dan Baihaqi)
"Kitab mana pula yang berkata lebih baik untuk Si Dara berpegangan dengan kekasihnya daripada bersentuhan dengan lelaki selainnya?"
"Apakah ada dinyatakan dalam hukum syara' bahawa memegan teman lelaki (atau tunang) itu lebih baik atau lebih kurang dosanya daripada memegang lelaki lain?"
Jikalau siapa merasakan ada dalilnya untuk mereka berbuat begitu, maka silalah tunjukkan pada dunia. Silakan teruskan berpelukan kalau benar ada syara' yang membenarkan. Kalau tidak ada, maka berjauhlah kalian daripada masing-masing. Biarlah Si Dara naik koc wanita, Si Teruna naik koc lain. Lebih baik terlepas stesen daripada melanggar larangan Allah swt.
Akhirnya, apabila disebut tentang larangan Allah swt teringat pula kepada satu perkara yang lebih penting ;
"Pergi 'dating' bersama tu, Allah swt benarkan ke?"
Apa yang sucinya tentang cinta ini...
Lebih Baik Saya Daripada Mereka?
Senario Dalam Komuter :
Manusia bersesak-sesak mahu ke destinasi masing-masing. Sepasang kekasih, Teruna dan Dara masuk ke koc campuran bersama-sama.
"Kalau tak berteman takut nanti terlupa atau tertinggal stesen," kata Si Teruna.
Si Dara terus sahaja bersetuju. Sanggup bersesak-sesak asalkan dapat keluar dari tren bersama-sama. Sambil itu boleh juga berbual-bual, tidaklah bosan di dalam tren nanti. Klang ke Midvalley bukan dekat. Hampir sejam juga perjalanan. Itupun kalau tidak tersangkut-sangkut. Begitulah fikir Si Dara mengiakan logik cadangan Si Teruna.
Di dalam tren, sesaknya tidak terkata. Pasangan kekasih tadi terkepung. Ruang hendak berganjak tiada. Tambah parah koc yang mereka naiki tiada wanita lain. Hanya Si Dara itu seorang dan yang seorang itulah terpaksa bersesak dengan semua lelaki yang lain.
Maka Si Teruna dengan penuh rasa kasih sayang, 'caring', lagi 'protective' menarik Si Dara supaya lebih dekat dengannya.
"Awak peganglah baju saya. Tak adalah terlanggar orang lain. Tak pun awak sandar je kat sini." cadang Si Teruna sambil menunjuk ke arah dadanya.
Si Dara yang sememangnya daripada tadi rimas dikelilingi lelaki-lelaki asing mengangguk tanda setuju. Perlahan-lahan dia meletakkan kepalanya. Terasa selamat, rasa dilindungi. Makin yakinlah Si Dara bahawa Si Teruna memang benar-benar menyayanginya. Makin mekar jugalah rasa kasih Si Dara kepada Si Teruna dan makin bangga jugalah Si Teruna kerana dapat melindungi Si Dara yang dicintainya.
Tren semakin lama semakin sesak. Makin terdesak jugalah Si Teruna dan Dara berpegangan. Si Dara tidak sanggup dirinya bersentuhan dengan lelaki lain. Maka makin kuatlah pegangannya ke pinggang Si Teruna. Si Teruna pula tidak sekali-kali membenarkan jantan lain menyentuh kekasihnya. Haram! Makin rapat jugalah ditariknya Si Dara.
" Lebih baik dia sentuh aku daripada mereka." bisik hati Si Teruna.
***
Persoalan saya, betulkah lebih baik begitu?
Inilah persoalan yang saya ajukan kepada Si Teruna dan Dara. Mereka mengaku tahu hukum bersentuhan antara bukan mahram.
"Bergomolan dengan khinzir itu adalah lebih baik berbanding bersentuhan dengan (secara sengaja) dengan wanita yang bukan mahram." ( Riwayat Ibnu Majah )
"Tapi memang dah tak ada pilihan lain. Takkan nak dibiarkan Si Dara berlanggaran dengan semua lelaki lain?"
"Gua tak sanggup, bro! Itu awek gua, bro!" Bentak Si Teruna.
"Tapi dia seorang je lelaki yang saya kenal kat situ! Saya tak sanggup berlaga-laga dengan lelaki lain. Silap-silap kena raba. Sekurang-kurangnya Si Teruna sayang saya!" Bidas Si Dara pula.
Ya! Kenapa tak dibiarkan sahaja? Lebih baik dibiarkan Si Dara berlanggar dengan lelaki lain tanpa sengaja dari berpegangan dengan Si Teruna dengan sengaja!
"Yang tidak disengajakan itu mungkin boleh diampunkan Allah, tetapi adakah yang sengaja itu boleh diterima?"
"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya."(Riwayat at-Tabrani dan Baihaqi)
"Kitab mana pula yang berkata lebih baik untuk Si Dara berpegangan dengan kekasihnya daripada bersentuhan dengan lelaki selainnya?"
"Apakah ada dinyatakan dalam hukum syara' bahawa memegan teman lelaki (atau tunang) itu lebih baik atau lebih kurang dosanya daripada memegang lelaki lain?"
Jikalau siapa merasakan ada dalilnya untuk mereka berbuat begitu, maka silalah tunjukkan pada dunia. Silakan teruskan berpelukan kalau benar ada syara' yang membenarkan. Kalau tidak ada, maka berjauhlah kalian daripada masing-masing. Biarlah Si Dara naik koc wanita, Si Teruna naik koc lain. Lebih baik terlepas stesen daripada melanggar larangan Allah swt.
Akhirnya, apabila disebut tentang larangan Allah swt teringat pula kepada satu perkara yang lebih penting ;
"Pergi 'dating' bersama tu, Allah swt benarkan ke?"
Sabtu, 16 April 2011
Cinta Mati....
Aduh..cinta lagi..cinta lagi..cinta lagi...
apa yang salahnya bicara tentang cinta...eh, jiwanglah pulak.
Okey-okey...kat sini saya nak kongsi satu cerita pendek....cerpenlah lebih kurang...saya yang buat sendiri...no ciplak-ciplak ha!!!
Kisah bermula dengan seorang jejaka yang bernama Muhammad Lutfi yang dikatakan sangat warak, alim dan seorang yang pemalu...lebih-lebih lagi terhadap seorang perempuan...namun dia menyimpan perasaan terhadap seseorang....
"Ya Allah, kiranya ku punya sedikit waktu...izinkanlah diriku merasai bagaimana nikmatnya cinta dan kasih sayang seorang insan yang diciptakan oleh-Mu". Aku berdoa dengan penuh reda sekiranya aku tidak punya jodoh saat ini...tidak mengapa..
mungkin aku akan mendapatnya di syurga nanti...Itupun kalau aku dapat masuk syurga...
Tiba-tiba, air mata aku mengalir deras...sejarah lampau itu bertandang kembali di kotak imanku...apa yang imanku bicarakan saat ini...
Aku tahu dari dulu lagi yang aku tidak layak mendapatkan cinta seorang insan...
Aku tertidur di atas sejadah...
"ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR"..
Terkejut aku....rupanya sudah azan subuh..
Aku tak tahulah kenapa pagi tu, aku rasa badan aku lemah sangat...mungkin keletihan agaknya...
apa yang salahnya bicara tentang cinta...eh, jiwanglah pulak.
Okey-okey...kat sini saya nak kongsi satu cerita pendek....cerpenlah lebih kurang...saya yang buat sendiri...no ciplak-ciplak ha!!!
Kisah bermula dengan seorang jejaka yang bernama Muhammad Lutfi yang dikatakan sangat warak, alim dan seorang yang pemalu...lebih-lebih lagi terhadap seorang perempuan...namun dia menyimpan perasaan terhadap seseorang....
"Ya Allah, kiranya ku punya sedikit waktu...izinkanlah diriku merasai bagaimana nikmatnya cinta dan kasih sayang seorang insan yang diciptakan oleh-Mu". Aku berdoa dengan penuh reda sekiranya aku tidak punya jodoh saat ini...tidak mengapa..
mungkin aku akan mendapatnya di syurga nanti...Itupun kalau aku dapat masuk syurga...
Tiba-tiba, air mata aku mengalir deras...sejarah lampau itu bertandang kembali di kotak imanku...apa yang imanku bicarakan saat ini...
Aku tahu dari dulu lagi yang aku tidak layak mendapatkan cinta seorang insan...
Aku tertidur di atas sejadah...
"ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR"..
Terkejut aku....rupanya sudah azan subuh..
Aku tak tahulah kenapa pagi tu, aku rasa badan aku lemah sangat...mungkin keletihan agaknya...
Untukmu Adam dan Hawa.
Adam...
Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,
Gagah perkasa seperti Badang,
Kau gunakan Hawa sebagai umpan,
Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.
Hawa...
Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,
Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,
Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,
Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu.
Adam...
Kadangkala kekacakan yang ada padamu,
Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,
Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,
Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati.
Hawa...
Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,
Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,
Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,
Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.
Adam...
Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,
Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,
Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,
Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.
Hawa...
Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,
Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,
Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,
Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.
Adam...
Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,
Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,
Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,
Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.
Hawa...
Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,
Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,
Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,
Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam.
Oleh itu Adam...
Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,
Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,
Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,
Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.
Adam...
Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,
Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,
Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,
Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa.
Begitu juga Hawa...
Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,
Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,
Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,
Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.
Hawa...
Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,
Namun...itu bukanlah yang Adam harapkan,
Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,
Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian.
Dan
Untukmu Adam :
Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan dan nafsu yang boleh membinasakan.
Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat dan teguran yang boleh memperbaiki Hawa.
Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu dan memelihara maruah diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri.
Jadilah juga Adam yang boleh menjadi ketua keluarga, imam dalam solat berjemaah dan pemimpin agama seperti yang diingini oleh Hawa.
Untukmu Hawa :
Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama, merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati. Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan maruah diri dari sewenang-wenangnya dilihat ajnabi.
Jadilah Hawa yang sentiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami.
Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam.
Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,
Gagah perkasa seperti Badang,
Kau gunakan Hawa sebagai umpan,
Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.
Hawa...
Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,
Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,
Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,
Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu.
Adam...
Kadangkala kekacakan yang ada padamu,
Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,
Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,
Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati.
Hawa...
Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,
Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,
Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,
Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.
Adam...
Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,
Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,
Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,
Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.
Hawa...
Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,
Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,
Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,
Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.
Adam...
Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,
Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,
Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,
Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.
Hawa...
Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,
Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,
Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,
Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam.
Oleh itu Adam...
Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,
Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,
Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,
Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.
Adam...
Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,
Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,
Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,
Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa.
Begitu juga Hawa...
Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,
Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,
Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,
Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.
Hawa...
Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,
Namun...itu bukanlah yang Adam harapkan,
Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,
Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian.
Dan
Untukmu Adam :
Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan dan nafsu yang boleh membinasakan.
Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat dan teguran yang boleh memperbaiki Hawa.
Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu dan memelihara maruah diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri.
Jadilah juga Adam yang boleh menjadi ketua keluarga, imam dalam solat berjemaah dan pemimpin agama seperti yang diingini oleh Hawa.
Untukmu Hawa :
Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama, merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati. Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan maruah diri dari sewenang-wenangnya dilihat ajnabi.
Jadilah Hawa yang sentiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami.
Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam.
Jumaat, 18 Februari 2011
Hakikat IMAN
Kalian tahu apa itu hakikat iman..bukan ingin menduga iman anda semua
Tapi kita kenalah selalu check iman kita ni..memang pada mulanya ramai yang cakap ada 6 rukun iman..tapi saya tanya apa itu hakikat iman..
memang betul 6 rukun iman itu..tapi ada tiga perkara yang akan membuatkan kita benar2 beriman..
Tapi kita kenalah selalu check iman kita ni..memang pada mulanya ramai yang cakap ada 6 rukun iman..tapi saya tanya apa itu hakikat iman..
memang betul 6 rukun iman itu..tapi ada tiga perkara yang akan membuatkan kita benar2 beriman..
Langgan:
Catatan (Atom)